Minggu, 02 Oktober 2011

Tata Ibadah Drama Natal Anak Sekolah Minggu



Panggilan Beribadah
A1 (Pencerita 1)      : Hai saudara-saudara! Dengarkanlah! Dengarkanlah berita kedatangan-Nya. Sambutlah Dia, Sang Penebus Dosa. Dialah Raja Kemuliaan. Dialah Pemersatu. Dialah Penasihat Ajaib. Dialah Raja Damai. Dialah Allah Yang Perkasa. Dialah Bapa Yang Kekal.
A2 (Anak 1)             : Hosana! Hosana! Hosana! Diberkatilah Dia Yang Datang dalam nama Tuhan. Damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang maha tinggi!
Para Malaikat         : Menyanyi KJ 91 Putri Sion, Nyanyilah
Tahbisan & Salam
A3 (Anak 2)             : Tuhan Yesus, datanglah! Hadirlah di sini, bersama kami anak-anak! Sertai dan bimbinglah kami! Amin!
Para Malaikat         : Menyanyi KJ 81 O Datanglah Imanuel
Pengakuan Dosa
A4 (Anak 3)             : Kasihanilah aku ya Allah, karena Engkau tetap mengasihi,
hapuskanlah dosaku karena belas kasih-Mu yang besar.
Basuhlah segala kejahatanku; bersihkanlah aku dari dosaku.
Sebab kuakui kesalahan-kesalahanku, dosaku selalu kuingat-ingat.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau saja aku berdosa, dan kulakukan apa yang Kauanggap jahat.
Maka pantaslah Engkau menghukum aku, adillah keputusan-Mu.
Sesungguhnya, aku jahat sejak dilahirkan, dan kena dosa sejak dari kandungan.
Engkau menuntut ketulusan hati; penuhilah batinku dengan hikmat-Mu. (Mzm 51 BIS)
Para malaikat         : Menyanyi KJ 84 Ya Yesus Dikau Kurindukan
Nubuat
A5 (Pencerita 2)      : hai saudara-saudara! Dengarkanlah! Dengarkanlah! Sesungguhnya kedatangan Tuhan Yesus sudah dikatakan jauh sebelumnya. Para nabi telah menubuatkannya! Dengarkanlah! Dengarkanlah!
A6 (Anak 4)             : Keturunan Raja Daud seperti pohon yang sudah ditebang. Tetapi sebagaimana dari tunggul tumbuh tunas baru, demikian pula dari keturunan Daud akan muncul seorang raja. Kuasa TUHAN akan membimbing dia, menjadikan dia berbudi dan bijaksana, cakap mengambil keputusan dan melaksanakannya; mengenal kehendak Allah dan takwa kepada-Nya.
A1 (Pencerita 1)      : Dengarkanlah! Dengarkanlah!
A7 (Anak 5)             : Bangsa yang hidup dalam kegelapan melihat sinar cemerlang. Yang diam dalam bayangan kematian disinari cahaya terang. 
A5 (Pencerita 2)      : Dengarkanlah! Dengarkanlah!
A8 (Anak 6)             : Hai penduduk Sion, bergembiralah! Hai penduduk Yerusalem, bersoraklah! Lihatlah! Rajamu datang dengan kemenangan! Ia raja adil yang membawa keselamatan. Tetapi penuh kerendahan hati ia tiba mengendarai keledai, seekor keledai muda.
A1 (Pencerita 1)      : Dengarkanlah! Dengarkanlah!
A9 (Anak 7)             :  TUHAN berkata, "Hai Betlehem Efrata, engkau salah satu kota yang terkecil di Yehuda! Tetapi dari engkau akan Kubangkitkan seorang penguasa untuk Israel yang asal usulnya dari dahulu kala." (Mi. 5:1 BIS)
A5 (Pencerita 2)      : Dengarkanlah! Dengarkanlah!
A10 (Anak 8)           : Maka malaikat itu berkata kepadanya, "Jangan takut, Maria, sebab engkau berkenan di hati Allah. Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak, yang harus engkau beri nama Yesus. (Luk. 1:30-31 BIS)
Para Malaikat         : Menyanyi KJ 94 Hai Kota Mungil Betlehem
Lilin Dinyalakan (Lampu Padam)
A11 (Anak 9)           : Terang! Terang! Oh Terang! Dimanakah kau gerangan? Dimana cahaya yang megatasi kegelapan? Dimana pelita yang menerangi jalan?
Para Malaikat         : Menyanyi KJ 92 ”Malam Kudus”
Pemberitaan Firman
A12 (Anak 10)         : Tuhan Yesus, tolong kami anak-anak yang datang kepada-Mu untuk melihat Engkau yang menjadi manusia. Tolong kami! Tolong kami! Amin!
A13 (prajurit 1)       : Pengumuman! Pengumuman! Dengar palakat! Dengar palakat! Kepada seluruh penduduk di kekaisaran Romawi! Dengarkanlah perintah Yang Mulia Gaius Julius Caesar Oktavianus Augustus! Untuk kelancaran pemerintahan, maka setiap penduduk harus mendaftarkan diri kembali ke negeri asalnya dengan tidak ada kecualinya. Barangsiapa yang melanggar akan dipenjarakan seumur hidupnya. Pengumuman! Pengumuman! Dengar palakat! Dengar palakat!
A14 (Yusuf)             : Maria! Maria! Di manakah kau? Maria! Maria!
A15 (Maria)            : Ya! Ya! Ada apa? Kenapa kau memanggilku?
A14 (Yusuf)             : Ada pengumuman dari kaisar, setiap orang harus kembali ke negeri asalnya supaya dicatat di sana.
A15 (Maria)            : Ode Ine!  Berarti kita harus pergi ke Betlehem. Yusuf, jauh sekali! Bagaimana ini, bayi dalam perutku ini tinggal menunggu dia lahir.
A14 (Yusuf)             : bagaimanapun, kita tetap harus pergi. Sebab siapa yang tidak pergi, akan dipenjarakan seumur hidupnya.  Sebaiknya kita siapkan saja barang-barang seperlunya.
A15 (Maria)            : apa yang kita punya, Yusuf? Tidak ada apa-apa. Hanya kain-kain ini.
A14 (Yusuf)             : ya, itu saja
A1 (Pencerita 1)      : Yusuf & Maria berkemas dan berangkat ke Betlehem. Setelah dua 7 hari perjalanan, barulah mereka tiba di Betlehem. Kota Daud ini sudah penuh dengan manusia yang juga pulang ke negerinya, karena perintah sensus tersebut. Agaknya Yusuf dan Maria terlambat sampai di Betlehem sehingga semua tempat penginapan sudah penuh.
A14 (Yusuf)             : (tok.tok.tok.) s’lamat sore!
A16 (Ibu 1)              : Sore! Ada yang bisa dibantu?
A14 (Yusuf)             : apa masih ada kamar kosong?
A16 (Ibu 1)              : aduh, sudah penuh. Tidak ada lagi tempat.
A15 (Maria)            : yusuf, perutku sudah mulai sakit. Rasanya bayi yang di dalam kandunganku ini sudah bergerak-gerak. Aduh! Aduh! Agaknya sudah mau keluar. Yusuf, cepat! Cari tempat untuk menginap. Di mana saja. Yang penting ada.

A5 (Pencerita 2)      : begitulah seterusnya. Tidak ada tempat untuk Maria dan Yusuf menginap. Sedangkan hari sudah mulai malam. Apalagi Maria sudah akan melahirkan.
A14 (Yusuf)             : (tok.tok.tok.) s’lamat malam!
A17 (Ibu 2)              : malam! Mau cari kamar ya?
A14 (Yusuf)             : iya. Kami mau cari kamar. Istri saya sudah mau melahirkan ini. Tolong! Lihatlah, dia sudah kesakitan.
A17 (Ibu 2)              : aduh, bagaimana ee.. sudah penuh penginapan ini. Tidak ada tempat lagi.     
A14 (Yusuf)             : tolong, ibu! Di mana saja. Asalkan istri saya dapat melahirkan.
A17 (Ibu 2)              : wah, minta maaf, pak! Sudah tidak ada lagi tempat. Minta maaf sekali.
A15 (Maria)            : yusuf, saya sudah tidak tahan. Yusuf!
A14 (Yusuf)             : iya, iya. Kita akan cari tempat.
A17 (Ibu 2)              : eh, anu. Pak, sebenarnya masih ada tempat yang kosong. Tapi tempatnya bukan kamar. Kalau bapak tidak keberatan. Ada tempat di belakang rumah.
A14 (Yusuf)             : kandang maksud ibu? (menoleh ke Maria) bagaimana Maria? Boleh?
A15 (Maria)            : aduh! Mana-mana saja, yang penting ada. Saya sudah tak tahan lagi! Cepat!
A17 (Ibu 2)              :  mari, mari! Sini jalannya. Ayo cepat! Kasihan istrinya bapak!
A1 (Pencerita 1)      : mereka bertiga pergi ke belakang rumah, ke kandang ternak. Ketika itu kandang sedang kosong, karena semua ternak dibawa ke padang untuk digembalakan.
A15 (Maria)            : (sesampainya di kandang) Yusuf, cepat! Di mana bisa ini? Sudah mau keluar. Aduh! Aduh!
A14 (Yusuf)             : aduh, bagaimana ini? Saya tidak tahu mau buat apa? Boleh bantu kami, ibu? Tolonglah!
A17 (Ibu 2)              : iya, iya. Bapak tunggu di luar dulu.
A15 (Maria)            : (mengerang kesakitan untuk bersalin dibantu oleh ibu ybs)
Bayi                         : (menangis)
A17 (Ibu 2)              : ode, lucunya. Wah, laki-laki.
Pak, ini bayinya. Laki-laki. Sehat dan lucu.
A14 (Yusuf)             : oh, t’rimakasih Tuhan. Kau menyelamatkan ibu dan bayi ini.
Terima kasih ibu! Kalau bukan ibu yang menolong, saya tidak tahu harus berbuat apa. Sekali lagi terima kasih. Budi baik ibu takkan akan bisa saya balas.
A17 (Ibu 2)              : oh tidak apa-apa. Saya membantu sebisa saya. Oh ya, anak ini sudah diberi nama?
A14 (Yusuf)             : oh sudah, ibu. Kami sudah memikirkannya.
A17 (Ibu 2)              : kalau boleh tahu, siapa namanya?
A14 (Yusuf)             : kami sepakat untuk memberinnya nama: Yesus.
A17 (Ibu 2)              : wah, nama yang bagus. Nama yang berarti Tuhan menyelamatkan. Selamat, ya! Saya mau ke dalam dulu.
A5 (Pencerita 2)      : demikianlah kisah kelahiran Yesus. Berasal dari keluarga sederhana, lahir di kandang domba yang hina. Dibaringkan di palungan. Becek. Kotor. Berbau. Berlalat. Suatu tanda, bahwa Ia tidak mendapat tempat.
Para malaikat         : menyanyi Marilah Kita ke Betlehem
Persembahan
A1 (Pencerita 1)      :  Sesudah Yesus dilahirkan di kota Betlehem di negeri Yudea, maka beberapa ahli ilmu bintang dari Timur datang ke Yerusalem..
A18 (Majus 1)         : hei, kawan! Coba lihat di sana. Pakai teropongmu dan lihat ke arah barat!
A19 (Majus 2)         : sabar, saya masih mencarinya!
                                Oh benar. Itu yang kita cari. Bintang itu.
A20 (Majus 3)         : kalau benar dia itu, maka menurut peta ini, kira-kira letaknya di Palestina. (berjalan terus)
A19 (Majus 2)         : pak, pak, boleh tanya. Di manakah Anak itu, yang lahir untuk menjadi raja orang Yahudi?
A21 (bapak 1)         : raja? Tidak ada raja yang baru lahir. Raja kami hanya Herodes.
A18 (Majus 1)         : Kami melihat bintang-Nya terbit di sebelah timur, dan kami datang untuk menyembah Dia.
A21 (bapak 1)         : hei, apa kau dengar raja baru lahir?
A22 (bapak 2)         : tidak ada! Bukankah raja kita hanya herodes? Coba tanya ke tokoh agama sana.
A20 (Majus 3)         : pak, boleh tanya? Di mana raja yang baru lahir?
A23 (ahli kitab)       : raja? Baru lahir? Oh, ya. Ada nubuatnya. Begini dikatakan: Di kota Betlehem di negeri Yudea. Sebab beginilah ditulis oleh seorang nabi,  'Engkau Betlehem, di negeri Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara kota-kota utama di Yehuda. Karena dari engkau akan datang seorang pemimpin yang akan memimpin umat-Ku Israel.
A24 (prajurit 2)       : slamat siang! Bapak-bapak sekalian… bapak-bapak sekalian dipanggil untuk menghadap Herodes. (mereka pergi menghadap Herodes)
Menyanyi Kamu Orang Majus”
A18 (Majus 1)         : (sesudah mencari dan mendapatkan bayi tersebut) oh, inilah raja yang baru dilahirkan itu… ini emas untuk tuanku Raja.
A19 (Majus 2)         : ini kemenyan untuk tuanku Raja
A20 (Majus 3)         : ini mur untuk tuanku Raja.
A5 (Pencerita 2)      : merekapun memberi persembahan mereka kepada raja yang baru lahir. Karena itu, marilah kita juga memberi persembahan  kepada-Nya.
Para Malaikat         : menyanyi KJ 127 Kandang Domba Itu Rumah-Nya
Berdoa
Para malaikat menyanyi KJ 100 Muliakanlah
A1 & A5   (Pencerita 1 & 2)    : Imanuel! Imanuel! Semoga Tuhan bersamamu. Semoga Tuhan Menyertaimu. Tuhan beserta kita. Kini dan  selamanya. Amin!







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar